Pada tahun 2017 ini World Health Organisation (WHO) memperingati World Health Mental Day dengan tema “Mental Health in Workplace”, WHO tahun ini memfokuskan perhatiannya terhadap isu kesehatan mental di tempat kerja, ada 4 hal kunci yang yang menjadi perhatian WHO terhadap isu kesehatan mental di tempat kerja ini :
- lingkungan kerja yang negatif (buruk)dapat menyebabkan permasalahan terhadap kesehatan fisik dan juga mental
- Depresi dan kecemasan mempunyai dampak yang signifkan terhadap ekonomi, secara global setiap tahunnya diperkirakan mengalami kerugian senilai 1 triliun dolar amerika karena menurunnya produktifitas kinerja.
- Pelecehan dan Bullying di tempat kerja merupakan hal sering terjadi, dan mempunyai dampak besar yang merugikan terhadap kesehatan mental.
- Banyak cara efektif yang bisa di lakukan perusahaan untuk mempromosikan kesehatan mental di tempat kerja, cara tersebut juga dapat berdampak baik untuk meningkatkan produktivitas kinerja.
Menurut Data survey angkatan
kerja nasional yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada semester
pertama 2017 ini sebanyak 69,02% orang Indonesia yang berusia 15 tahun keatas
dalam status bekerja (mempunyai pekerjaan), Isu kesehatan mental ditempat kerja
tentunya juga menjadi perhatian terhadap 69,02% atau 190 juta jiwa penduduk
Indonesia yang bekerja.
Himpunan Psikologi Indonesia
(HIMPSI) yang menjadi lembaga nasional yang menanungi para praktisi dan
akademisi serta ilmuan psikologi yang peduli terhadap kesehatan mental, turut
memperingati hari kesehatan mental se-dunia dengan judul kampanye “lets
talk well being”. Dan Ikatan Lembaga Mahasiswa
Psikologi Indonesia (ILMPI) sebagai lembaga besar mahasiswa psikologi
satu-satunya di tingkat Nasional yang mengikat mahasiswa psikologi seluruh
Indonesia yang saat ini telah mempunyai anggota 97 Perguruan Tinggi ikut serta
dengan kampanye #RayakanKesehatanMental.
Saya selama seminggu ini merasa
ada yang menganjal ketika mengikuti dan mengamati momen hari kesehatan mental
sedunia tahun 2017 di media sosial, membuat
saya gatal ingin menuliskan sesuatu.