Saat ini di youtube sedang banyak video tentang youtube rewind, sebuah video yang merefleksikan kejadian yang hangat sepanjang tahun 2016 dalam satu video yang merupakan kolaborasi antar youtube content creator atau disebut youtuber. Namun hal ini bukan hal yang baru, era sebelum boomingnya internet dan youtube, dimana saat Televisi menjadi sumber utama hiburan bagi kita, pasti tidak asing dengan kaleidoskop akhir tahun yang disajikan pada ulasan berita, sama halnya seperti youtube rewind, tayangan ini menyajikan berita politik, ekonomi bahkan kriminial yang terjadi sepanjang tahun. kaleidoskop merupakan suatu alat optik yang terbuat dari beberapa cermin yang disusun dengan sudut kemiringan tertentu sehingga dapat menghasilkan pantulan cahaya dengan warna yang indah, kata itu berasal dari bahasa Yunani kuno, kalos yang berarti ‘indah’, eidos yang berarti ‘bentuk’, dan skopeĊ yang berarti ‘melihat’.
Oleh karena itu di malam terakhir tahun 2016 ini, saya akan mencoba menuliskan hal-hal yang telah saya lalu sepanjang tahun 2016, baik berupa hal-hal yang indah-indah maupun tidak. hal ini bertujuan untuk bahan intropeksi saya dan sebuah catatan perjalanan untuk menghargai apa yang telah saya raih saat ini dan apa yang harus saya improve kedepannya. let it start it !
Januari 2016 - Amazing Race In Bali
Awal Tahun ini diawali dengan project yang luar biasa dari Kubik Training, saya diberikan tugas untuk menjadi coach assitant untuk project Telkomsel Amazing Race di Bali. project ini berlangsung selama 5 hari, project terbesar pertama yang melibatkan associate kubik sebanyak 25 orang. Tugas kami adalah menjadi assitant coach yang memfaslitasi dan sebagai coach untuk para leader di level manager di Telkomsel yang berasal dari seluruh Indonesia yang di kumpulkan menjadi satu, saya menjadi assitant coach untuk 6 orang manager, beruntungnya saya karena bisa belajar banyak dari mereka, tantang utama dari mereka adalah dapat meningkatkan 2x lipat omset broadband di Bali, dan masing-masing tim akan disebar keseluruh kabupaten yang ada di Bali dan saya beserta para manager bertugas di kabupaten Tabanan.
Hari pertama di mulai di Denpasar, setelah selesai di Denpasar baru lah kami disebar ke seluruh tempat yang telah ditentukan. pada kesempatan ini kelompok saya beruntung karena ada Regional Manager yang tinggal di Bali sehingga, ketika EO memberikan hotel yang tidak layak, sehingga beliau protes dan memberikan tempat yang lebih layak. Tempat kami sangat indah, sebuah villa yang bernama villa taman di blayu, ini recomended banget buat kalian yang ingin bulan madu. tempat ini mungkin akan menjadi penginapan saya untuk bulan madu nantinya, tapi entah kapan, hahaha
Kejadian lainnya yang menarik adalah pada hari kedua, saat di jalan untuk melakukan survei di lapangan, tiba-tiba perut saya mules berat, karena tidak tahan saya izin untuk kekamar mandi karena tergesa-gesa karena sudah berasa di ujung, saya meletakan handphone saya di pinggir kolam air, dan ketika saya ingin mengambil gayung, handphonenya nyebur ke kolam. saya panik, sepanik-paniknya karena handphone merupakan hal terpenting, semua koordinasi dengan tim kubik terkait target, side mission dan informasi-informasi penting di koordinasikan melalui handphone. setelah menyelesaikan panggilan alam, saya segera membeli beras untuk memasukan handphone saya, harapannya air bisa diserap oleh beras tersebut dan kemudian bisa di nyalakan. saya memberi tahu kejadian tersebut kepada para manager, dan memohon maaf jika ada informasi yang terlewatkan. saat survei ketitik selanjutnya salah satu peserta mengajak saya ke toko handphone untuk survei namun tidak disangka beliau malah membelikan saya sebuah handphone, walaupun hanya sebuah feature phone bukan smartphone saya merasa sangat dihargai, dan hal ini sangat membantu untuk berkomunikasi dengan tim kubik, saya berusaha mencari nomor handphone dari tim kubik, namun sayang di kartu perdana saya tidak ada, saya mencoba menanyakan supir yang mengantar kami dan menelpon rekan supirnya yang bertugas di Tabanan juga untuk meminta nomor salah satu assiten coach yang bertugas di Tabanan, melalui beliau saya tidak ketinggalan informasi yang disampaikan oleh tim kubik, terimakasih ka retno, you are my saviour.
Ini kesempatan yang luar biasa saat menjadi fasilitator kubik, project yang membuat saya bisa merasakan jalan-jalan gratis sambil kerja, mengitari bali mulai dari Denpasar, Tabanan, ke candi kuning di baturiti, melihat secara langsung pemandangan Pura Ulun Danu di Bedugul yang terdapat dalam desain uang Rp 50.000 yang lama, dan berakhir di pantai kuta. Selain itu saya banyak belajar dari para manager Telkomsel yang sangat kompetitif, saya berhasil menjadi coach yang baik bagi peserta karena bisa menjelaskan secara rasional segala tantangan terutama terkait penilaian peserta selama pelatihan, penilaian peserta menjadi masalah terbesar bagi para manager, karena mereka tidak ingin mendapatkan nilai yang buruk, sehingga assitant coach sebagai observer sekaligus penilai lah yang akhrinya di musuhi oleh peserta.
Pada kesempatan kali ini juga saya menyempatkan diri untuk bertemu dengan mantan pengurus ILMPI yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menginjakan kaki pertama kali di Bali pada tahun 2015, sebagai tamu undangan untuk menghadiri Musyawarah Wilayah ILMPI wilayah V pertama kalinya. berkat bantuan merekalah ILMPI Wilayah V bisa terbentuk setelah 4 periode vakum. Terimakasih Yuli & Prima !
Januari 2016 - HUT ILMPI Ke-V
Sejak dideklarasinya Ikatan Lambaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) pada 26 Januari 2011 di Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tidak dapat dipungkiri bahwa nama Psikologi UIN Syarif Hidayatullah menjadi harum karenanya, tidak hanya itu, kader-kader Psikologi UIN pun tidak henti-hentinya menjadi salah satu motor dalam menggerakan organisasi raksasa ini. Pada Ulang Tahun ke-V ini, Sekretaris Jenderal ILMPI ke-V, Rendi Septiyanto memberikan kesempatan untuk mengadakan seminar nasional yang berkaitan dengan Gerakan Mahasiswa Peduli Orang tua dan Anak yang berjudul sayang anak, sayang bangsa. kesempatan kali ini dihadiri juga Sekretaris Jenderal ILMPI & Koordinator Badan Kesekretariatan Pertama yaitu mas Susilo Dwi Raharjo dan mba Anis Diah Ayu Masita. pada akhir acara saya diberikan kesempatan untuk memberikan sebuah sambutan singakat yang berupa harapan untuk ILMPI kedepannya. saya berharap semua orang yang telah berjuang dan membesarkan ILMPI, kontribusinya tidak hanya berhenti saat menjadi mahasiswa dan pengurus ILMPI saja, tapi juga bisa terus berjuang, sehingga akan menjadi stakeholder di bidangnya masing-masing, yang aktif di politik bisa menjadi anggota DPR, yang terjun di dunia anak bisa menjadi psikolog anak ternama, yang aktif di dunia HRD dapat menjadi Direktur Human Resource terbaik di perusahaan yang besar namanya, atau bahkan kelak ada yang jadi menteri.
Februari 2016 - Nothing Special
Pada bulan ini tidak ada yang special, hanya rutintas menjadi fasilitator kubik dan bertambahnya umur saya genap menjadi 26 tahun serta berhasilnya saya melewati Quarter Life Time Crisis Syndrome dengan menjadi lebih positif, setelah melewati bermacam kegalauan perasaan dan keabsurdan hidupini. Hal ini terjadi karena ada kontribusinya dari seseorang wanita cantik yang akrab menjadi teman ngobrol dan diskusi melalui line. terimakasih untuk kamu yang pernah memberikan bunga saat waktu wisuda. guess who ?
Oh iya pada bulan ini, sahabat yang sering menjadi teman diskusi terkait organisasi di ILMPI, telah berhasil melepas masa lajangnya, seperti biasa saya selalu menjadi penggerak massa untuk menyatukan silaturahim antar orang lain, saya berhasil mengajak rombongan mantan pengurus ILMPI untuk menghadiri pernikahan mas Agus Setyawan a.k.a Rstu. walaupun harus menyeberang planet ke planet bekasi.
Maret 2016 - Explore Indonesia
Bulan ini merupakan bulan terpadat yang saya lalui, karena dalam satu bulan saya harus keliling berapa kota yang terdapat di beberapa pulau berbeda di Indonesia, mulai dari makassar untuk project training Spiritual Journey Telkomsel oleh Kubik, mengikuti Musyawarah Nasional ILMPI ke-VI di Bukit Tinggi, project training PAMA Coustumer Communcation Excelent oleh kubik di Banjarbaru, ke jakarta lagi untuk pembekalan sebagai lead facilitator kubik, menuju yogyakarta sebelum ke solo untuk menghadiri pernikahan salah satu rekan kami di ILMPI yaitu Fajar Juliana, dan di akhiri dengan training Spiritual Journey from Money to meaning di Bogor. lelah, dan sering jetlag, tapi alhamdulillah selalu disyukuri bisa menikmati kuliner dan suasana kota yang berbeda-beda.
April 2016 - To the next level
Pada bulan maret ada kesempatan dari Kubik Training untuk menjadi lead facilitator, ketika ada kesempatan itu saya memberanikan diri untuk mendaftarkan diri, karena ada kesempatan untuk mengupgrade, walaupun dalam hati ragu dan merasa belum siap, karena saya tau standar pelayanan kubik yang tinggi untuk kliennya, dan tidak jarang kubik menerjunkan orang tanpa pembekalan yang mapan, belajar sambil mengalami secara langsung itu menjadi hal yang wajar. dan itu pun terjadi pada saya, pada awalnya saya ditugaskan menjadi fasilitator saja, dan yang menjadi lead fasilitator adalah Hendra, namun karena ada kerjaan lain dari internal kantor akhirnya beliau tidak jadi terjun project, sehingga mau tak mau, saya harus menerima amanah untuk menggantikan beliau menjadi lead facilitator, padahal saya baru pembekalan untuk pembukaan saja. siap tidak siap harus dilaksanakan, ibaratkan seorang survivor yang ditugaskan untuk dapat keluar hutan hanya dibekali sebuah pisau saja, yang menjadi tantangan lagi ialah trainer yang harus saya dampingi adalah bapak Jamil Azzaini salah satu Founder Kubik Group, Komisaris dan sekarang menjadi CEO nya Kubik Group, dan fasilitator saya adalah Om pro yang merupakan fasil senior yang telah lama berada di Kubik dari awal berdirinya Kubik, serta ada Ayah Saiful Hamdi Naumin, yang merupakan ayah angkat saya yang pernah saya singgahi pondoknya untuk belajar sedikit ilmu agama dan disekolahi gratis oleh beliau, serta ada mas dodi, ini pertemuan pertama dengan beliau, lengkap sudah.
Project ini berlangsung dua hari dengan dua project yang berbeda, materi training, trainer dan peserta yang berbeda, apakah project ini berhasil dengan mulus ? tentu tidak, setelah training saya pun dapat feedback dari banyak orang, berkat di kubik pula saya bisa menerima feedback menjadi sebuah informasi dengan tujuan untuk mengimprove diri, bukan sebuah kritik pedas atau menjatuhkan, dengan adanya feedback saya bisa menyadari kekurangan saya dan apa yang harus saya improve. ah saya rindu dengan budaya perusahaan yang positif seperti ini :(
Pada bulan April ini saya pun juga berkesempatan mendapatkan project menjadi assitant trainer, sebuah tugas fasilitator yang berbeda dari biasanya, pada tugas ini saya dituntut untuk melatih calon trainer untuk menjadi trainer, pengalaman luar biasa. Materi Training berisi tentang pembuatan materi persentasi training, membuat ice breaking dan public speaking, dari training ini saya tahu bagaimana membuat persentasi yang mengasyikan yang mungkin kelak bisa saya pakai saat mengisi persentasi untuk membawakan sebuah materi seperti cita-cita untuk menjadi dosen yang ahli dalam satu bidang psikologi tertentu.
Selain itu saya juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti GPTP Telkomsel Batch V, ini merupakan salah satu project training yang paling saya tunggu, karena fasilitator lebih banyak melakukan aktifitas yang membuat saya tidak mengantuk walaupun selama semingg project ini tidur larut malam, selain itu bertemu dengan para Freshgraduate terbaik membuat saya bersemangat, apalagi peserta kali ini ada wanita manis semanis maudy ayunda.
Mei 2016 - The Oppurtunity
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa ingin dibentangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung Silaturahim” (H. R Bukhari). begitulah kutipan hadist yang sering saya dengar, mungkin senior-senior saya di organisasi sering bilang bahwa salah satu manfaat berorganisasi adalah membuka jaringan, jaringan tersebut akan bermanfaat untuk kita kedepannya, bisa berupa kesempatan karir, kerjaan atau sekedar proyek-proyek kecil yang bisa membantu menambahkan uang jajan kita. Hadist dan perkataan senior itu saling berkaitan, dengan berorganisasi kita bisa mempunyai jaringan untuk bisa bersilaturahim dengan orang lain, yah tentu akan membuka pintu rezeki yang berupa senior saya sebutkan tadi.
Hal tersebut terbukti pada diri saya, rezeki datang tiba-tiba entah dari siapapun, saya mendapatkan pekerjaan untuk menjadi HR Staff Site sebuah perusahaan tambang yaitu Harmoni Panca Utama (HPU), siang itu saya di telepon oleh mas sopian, beliau mengatakan bahwa mendapatkan referensi saya dari teman kantornya di perusahaan sebelumnya, yaitu senior saya di kampus, senior angkatan 2017, padahal saya tak terlalu dekat dengan senior saya tersebut, mungkin karena beberapa bulan sebelumnya saya pernah apply melalui jobstreet di perusahaan senior saya, namun karena saya belum terlalu serius untuk mencari kerjaan tetap saya menomorduakan panggilan itu, saya lebih tertarik untuk terus mengikuti project yang di tawarkan oleh Kubik. Padahal salah satu resolusi saya di 2016 adalah mencari pekerjaan tetap, karena saya sudah resmi menjadi sarjana di penghujung tahun 2015, saya ingin berkarir dan mendapatkan tunjangan yang lebih layak, intinya ingin keluar zona nyaman saya saat itu.
Kembali lagi ke HPU, Perusahaan tersebut sedang buka site dan butuh HR untuk menangani proses rekutmen disana, sehingga butuh tenaga freelance, ketika ditawarkan kesempatan itu saya bertanya apakah ada kesempatan untuk saya bisa menjadi karyawan setelah selesai project ini, beliau mengatakan bahwa sangat bisa, saya pun tertarik dengan tawaran itu, selain itu gaji yang ditawarkan pun cukup besar. akhirnya saya datang memenuhi panggilan tersebut, singkat cerita, saat itu dijelaskan bahwa kontraknya magang oleh General Managernya jika kinerja saya bagus dan masih ingin lanjut maka aka diperpanjang kontraknya, di lihat performa dan kebutuhan perusahaan jika oke akan di rekrut.
Mei 2016 - The Long Journey
Setelah tanda tangan kontrak di akhir bulan April, beberapa hari kemudian
saya dikirimkan ke site oleh perusahaan, saya berangkat dari rumah
sehabis subuh, melalui bandara soekarno-hatta, menggunakan pesawat
sriwijaya pada penerbangan pertama, pesawat singgah 20 menit di
balikpapan, kemudian sesampainya di Bandar Udara Juwata di Tarakan, saya sudah sampai sebelum jam 12 siang, seharusnya saya menyambung pesawat kalstar menuju bandara malinau, namun penerbangan tersebut di batalkan sepihak oleh maskapai, kemudian saya konfirmasi ke Head Office bahwa tidak ada penerbangan ke Malinau, bagaimana selanjutnya, mas pian menyebutkan bahwa jam 1 nanti ada rombongan yang tiba dari balikpapan untuk menuju site, saya diminta untuk bergabung, saya pun diberikan nomor yang harus saya hubungi.. kemudian saya segera menghubungi nomor yang diberikan oleh HO, ternyata pas dihubungi rombongan tersebut sudah di pelabuhan untuk menunggu ferry ke malinau.
saya mengalami permasalahan serius, pertama handphone saya kehabisan
baterai, kedua saya tidak memegang uang sepeserpun, saya meminta tolong
beberapa rekan yang saya percaya bisa membantu yaitu afif dan adam,
beliau meminjamkan saya uang yang saya butuhkan.
Setelah mendapatkan uang pinjaman saya menuju pelabuhan menggunakan taksi bandara yang berbentuk mobil avanza, saya bertemu rombongan yang ternyata karyawan pinjaman dari site lain, setelah makan siang. perjalanan di lanjutkan dengan menyeberang sungai dengan speedboat yang bermuatan 40 orang, saya sangat terkagum dengan kecepatan dan percikan air yang terlihat dari jendela speedboat, pantulan cahaya matahari yang menyorot ke sungai dan air yang terbelah oleh laju speedboat memperlihatkan butiran-butiran air seolah mengkilap seperti berlian, namun lama-lama saya bosan juga melihatnya butuh waktu perjalanan 3 jam untuk sampai ke pelabuhan malinau.
sesampainya di Malinau saya kira perjalan kami selasai namun ternyata perjalanan masih harus ditempuh menuju site yang berada ke desa langap, kami dijemput oleh satu mobil jenis Light Vechile (LV) dan dua mobil avanza. melewati kota malinau, saya kira kota ini besar, namun kecil dan terlihat sepi. Setelah keluar kota Malinau, kami melewati ujung aspal, jalanan berubah menjadi tanah dan batu krikil, kiri dan kanan terlihat hutan, dan rawa, jika ada truk yang lewat sekeliling kami dipenuhi dengan debu-debu yang berterbangan. kami melewati jalan hauling yang dibuat oleh perusahaan tambang sebagai akses keluar masuknya truk-truk besar pengangkut batubara, karena kami menggunakan mobil avanza, laju kami tidak bisa terlalu cepat, hari mulai gelap, sinyal handphone pun menghilang, kiri kanan kami terlihat sangatlah gelap, pepohonan sudah tidak terlihat lagi hijaunya, namun dibalik kegelapan itu terdapat sebuah keindahan, ketika saya melihat awan, hati ini berdegup kencang melihat pemandangan yang tidak akan pernah saya bisa nikmati di kota-kota besar, awan di penuhi dengan lautan bintang yang berkilauan, sungguh indah sekali. perlahan-lahan sinyal pun muncul walaupun hanya satu bar, hal ini menandakan kami sudah mulai dekat dengan peradaban, sebuah desa yang kami tuju yaitu desa langap di malinau selatan, Kalimantan Utara tepat pada pukul 21.00 WITA.
Mei 2016 - In Remote Area
Ini bukan pertama kalinya saya ke site perusahaan tambang, saya sudah pernah ke site Kideco di Batu Kajang bersama kubik, ketika project training untuk perusahaan PAMA. Ekspetasi saya ketika dikirimkan ke site ini, berharap mendapatkan fasilitas mess yang sama ketika di kideco, namun saya lupa jika kalo perusahan ini sedang membuka site baru, tentulah messnya pun juga sedang tahap pembangunan. pada awal tiba saya harus merasakan hampir dua minggu, tidur hanya beralaskan lantai kayu di sebuah mess yang dibangun dengan aristektur rumah panggung. harus mandi dengan air hasil mengambil dari sungai tanpa proses penyaringan, airnya terlihat keruh, di desa ini tidak seperti pulau jawa yang bisa mengebor air melalui tanah, mungkin kalo di lakukan yang keluar bukan air melainkan batu bara. selain itu ada hal yang membuat saya miris, sebuah desa yang menjadi penghasil batubara yang katanya terbaik se-Kalimantan namun listrik masih menggunakan genset, jadi pada pagi dan siang hari listrik tak bisa dinyalakan, malam baru dinyalakan. Untungnya jika malam tiba, saya bisa merasakan sejuknya hawa ac, walaupun pernah dalam beberapa hari tidak bisa nyalakan AC karena penghuni semakin banyak dan kebutuhan listrik semakin meningkat sehingga genset yang ada tidak bisa lagi menampung kebutuhan yang ada, hal ini hanya berlangsung sebentar karena kiriman genset, dan perlengkapan lainnya seperti kasur sudah tiba.
Pada lingkungan ini saya memang diminta untuk dapat bisa beradaptasi dengan baik, menghilangkan standar baku dalam proses perekrutan, karena baru buka site, saya melakukan tes tanpa bantuan lcd proyektor, bahkan papan tulis pun tak ada, para peserta harus menuliskan jawaban pada lembar jawaban secara lesehan, saya membayangkan tidak nyamannya mereka dalam hal ini. selain itu, saya pun juga harus berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama pengumuman lulus atau tidak lulusnya seseorang kandidat, apalagi terkait kandidat yang menjadi titipan oleh kepala desa, dan pemuda desa setempat yang asli keturunan dayak (putera daerah). saya pernah diancam melalui sms oleh putera daerah karena orang tersebut tidak lolos, untungnya calon karyawan tersebut tidak berada di desa langgap, selain itu saya juga pernah di datangi oleh putera daerah dengan membawa temannya, dengan gesture mengancam dan nada bicara marah, mendatangi saya yang sedang asik menghisap rokok di balkon kantor, beliau belum dipanggil-panggil setelah tes, saya berusaha menjelaskan sebaik mungkin supaya tidak memancing emosi, setelah berhasil menjelaskan akhirnya beliau pergi. Pada awal saya datang ke site Kepala Bagian HRGA telah memperingatkan seluruh karyawan untuk berhati-hati dalam bertutur dan bersikap, karena Perusahaan kami sedang mengadakan rekutmen, karena belajar dari pengalaman perusahaan sebelumnya, baru dua minggu di desa langap, sudah di usir dari site karena bermasalah dengan perihal rekutmen.
Saya tidak bertahan lama di perusahan ini memasuki minggu ketiga saya semakin ingin tidak memperpanjang kontrak magang ini, karena berbagai persoalan yang saya hadapi di site dan juga di luar site yaitu kewajiban di Jakarta yang belum saya penuhi. namun sebelum itu saya diminta untuk mencarikan calon pengganti saya, akhirnya Tume, rekan saya yang dari ILMPI yang mau menggantikan saya.
Juni 2016 - Im Jobless
Bulan Ramadhan tiba, seperti yang diketahui bahwa pada bulan ini sangat jarang perusahaan yang melakukan training, dan merekrut karyawan. saya sebagai orang dewasa bekerja menjadi sebuah kebutuhan super primer, karena jika tidak bekerja kita tidak bisa memenuhi kebutuhan fisiologis. Pada bulan inilah saya merasa yakin untuk mempunyai pekerjaan tetap karena, jika saya terus-terusan menggantungkan diri pada freelance saya tidak akan mempunyai benefit yang dimiliki orang lain, mungkin ada kalanya sedang banyak project, penghasilan pun cukup besar, bisa lebih besar daripada orang yang kerja kantoran, namun jika sedang sepi seperti bulan puasa ini pastilah tak akan bisa menikmati THR. Alhamdulillahnya masih dapat kebagian satu project untuk training di Surabaya bersama Kubik, sehingga masih bisa ngasih nyokap untuk uang lebaran.
Juli - Agustus 2016 - Being Jobseeker Isn't Easy
Walaupun saya sudah berpengalaman di banyak biro atau konsultan psikologi SDM sejak tahun 2013, sudah banyak project yang jalani dari survei, observer, scorer, interviewer dan training, namun di mata perusahan saya hanya seorang freshgraduate yang minim pengalaman. sebagai freshgraduate saya tidak memilih-milih perkerjaan saya apply semua pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja lulusan psikologi, sampai limit akun jobstreet saya tidak bisa apply pekerjaan lagi, hal ini saya lakukan mulai bulan juni sampai dengan juli. seusai lebaran banyak panggilan pekerjaan untuk melakukan interview dan psikotest, sampai saya jenuh dengan psikotest yang dilakukan hampir setiap hari, bisa di bilang CV saya menarik dan cukup menjual, karena saya banyak apply pekerjaan di beberapa perusahaan sehingga saya mempunyai kesempatan untuk memilih perusahaan mana yang menurut saya bagus untuk berkarir, banyak pengalaman pahit yang saya lalu pada fase ini.
Salah satu target karir saya adalah dapat berkarir di perusahaan start up karena saya suka semangat dan kreatfitas jiwa muda, mempunyai teman kantor seumuran sepertinya mengasyikan. saya dapat panggilan untuk menjadi HR Generalist di perusahaan start up khusus pakaian muslimah, perusahaan itu merupakan perusahaan tume sebelumnya. saat itu saya di hubungi gerry, seorang teman yang pernah di ILMPI, saya pun mengikuti rangkaian tesnya, dimulai dengan psikotest, interview HR dan Interview Chief, saat istirahat Gerry menjelaskan posisi itu untuk menggantikan dirinya, bagaikan angin segar, saya sangat yakin akan di terima oleh perusahaan tersebut. dua minggu pun berlalu, saya mulai cemas tidak ada pengumuman di terima atau tidaknya, kemudian saya liat di linkedin, Gerry sudah mengupdate pekerjaan barunya, saya meyakinkan diri saya bahwa saya tidak lolos, kemudian saya search siapa yang berhasil mendapatkan kesempatan tersebut ternyata seorang junior dari almamater yang sama dengan Gerry, dilihat dari pengalamanya beliau memang pantas mendapatkan pekerjaan itu. tak disangka malam itu air mata menetes, saya merasa sedih, karena harapan yang tinggi seakan jatuh, runtuh berkeping-keping.
Salah satu pengalaman pahit yang membekas adalah ketika saya melewati proses rekutmen di sebuah perusahan yang membuat mie ternama se-Indonesia, saat itu saya melamar untuk posisi Training and Development Staff, lokasi kantornya di bekasi, saya menikmati perjalanan kesana, karena tidak merasakan kemacetan sama sekali, saya mengikuti proses psikotest dan interview, saat interview dengan HR, malah beliau yang banyak curhat tentang kehidupan masa kuliahnya, karena kami sama-sama aktif berorganisasi, setelah selesai saya dijadwalkan esok harinya untuk melakukan proses interview dengan user yaitu Spv TnD, beliau merupakan junior di almamater seorang senior fasilitator di Kubik, beliau juga sangat mengagumi sosok trainer kubik, Jamil Azzaini. Saat interview saya merasa tak di hargai, user tersebut malah memoto saya dan bermain handphone untuk mengabarkan seniornya tersebut, beliau tidak mengamati saya saat saya menceritakan tentang diri saya, untuk menjawab pertanyaan yang beliau tanyakan. setelah beliau mendapatkan jawaban dari seniornya, dan saya selesai menjelaskan tentang diri saya, beliau kemudian menantang saya untuk menjawab lima pertanyaan, dan menyatakan saya akan lolos jika berhasil menjawabnya. pertanyaan pertama membuat saya tidak percaya diri untuk menjawab pertanyaan berikutnya, karena jawaban yang saya dapatkan saat di kubik dibilang salah terus dan juga berbeda dengan apa yang beliau sampaikan, saya pun melakukan perdebatan kecil dengannya, namun perdebatan itu terhenti ketika beliau bilang "kamu udah salah ngeyel lagi, masa iya kita baca buku dengan sumber yang sama tapi jawabannya beda !", sehingga saya hanya di beri kesempatan sampai pertanyaan ketiga. akhirnya saya pulang dengan perasaan sedih dan kesal, sepanjang perjalanan saya dibanjiri tangis yang keluar dari mata saya, sebuah ekspresi kekecewaan pada diri sendiri, karena merasa bodoh, sudah lebih 1 tahun bersama kubik namun tidak bisa menjawab hal mudah seperti itu.
kedua pengalaman pahit itu sungguh membekas, saya frustasi, saya merasa tidak berguna dan menyesal, saya merasa gelar sarjana saya tidak ada impactnya, pengalaman organisasi sebagai pemimpin tertinggi organisasi pun tidak berdampak apa-apa pada karir saya, tetap susah cari kerja. sempat berpikir bahwa saya tidak cocok di dunia HR, merasa ingin kembali ke dunia design, dan berkarir disana. menyesal karena membuang kesempatan emas di HPU, padahal sebelum saya mundur untuk tidak memperpanjang kontrak ada dua tawaran yaitu ditambahkan gajinya atau pulang ke jakarta untuk sementara, jika sudah beres semua urusan boleh kembali lagi ke site. padahal selama proses serius mencari pekerjaan ini banyak tawaran project dari kubik yang saya tolak, kalo di hitung dari segi benefit sangatlah lumayan besar, namun seakan-akan pengorbanan tersebut tidak terbayar dengan baik.
Akhirnya saya memutuskan tidak mencari kerja melalui jobstreet lagi untuk sementara, kemudian saya chat dengan junior saya yang wisudanya bersama saya, saya mendapatkan insight baru, bahwa harus terus berjuang, banyak wisudawan/wati yang lulus bareng dengan saya belum dapat kerja, bahkan ada wisudawan terbaik periode sebelumnya sulit untuk mencari pekerjaan, setelah setahun kemudian barulah dapat kerja, dan kerjaanya tidak berhubungan dengan dunia psikologi, saya masih berasa beruntung walaupun dengan status sarjana pengganguran, saya masih bisa mendapatkan uang dari kemampuan desain ataupun project freelance. hal ini membuat saya bangkit, kemudian saya mendapatkan postingan dari salah satu master coach dan juga head of Kubik Trainer Academy, tentang jawaban saya ketika interview user spv TnD tersebut, dan jawaban saya benar ! Pengalaman menjadi jobseeker membuat saya bertekad, suatu saat nanti orang-orang yang menolak saya akan membajak saya untuk menjadi atasannya di perusahannya, selain itu mereka juga akan belajar dari saya. kedua hal itu tidak akan bisa didapatkan dengan instant butuh proses yang penuh perjuangan.
September 2016 - Im Employee Now !
Saya mendapatkan kesempatan yang luar biasa di perusahaan saat ini, hal yang menarik adalah saya mendapatkan pekerjaan pertama di perusahaan nasional yang bergerak di bidang pembiayaan, perusahaan ini tetap exist dari tahun 1994, saya percaya bahwa sebuah perusahaan yang berhasil melewati masa krisis moneter di 1998 merupakan perusahaan yang besar, dan mempunyai SDM yang bagus, tentunya SDM yang bagus adalah buah tangan dari tim HRD yang luar biasa. selain itu yang membuat saya tersanjung adalah saat offering kontrak, manager saya bilang bahwa yang menginginkan saya adalah General Manager nya langsung. Saya bertemu asst. manager yang luar biasa, beliau juga mantan organisatoris dan juga lulus sebelum waktunya DO (7 tahun kuliah), beliau sering memberi tantangan dan coaching ke saya untuk menghadapi tantangan, dari beliau pun saya belajar ketika beragumen harus berdasarkan data dan fakta. sebelum saya ditugaskan untuk ke area di Kalimantan, saya mendapatkan pengalaman menarik dari beliau, beliau mengungkapkan bahwa pekerjaan pertamanya beliau di pecat, dan dibilang tidak bisa bekerja di atasannya, saya yakin hal tersebut yang menjadi trigger beliau dalam berkarir, dalam waktu satu setengah tahun beliau sudah dapat naik menjadi assiten manager. hal ini pun juga memotivasi saya untuk bisa berkarir dengan baik.
Oktober - Desember 2016 - At Banjarbaru
saya sangat menikmati kota kecil ini, kota kecil yang tidak ada kemacetan, penduduknya ramah dan minimnya angka kriminalitas. pekerjaan saya saat ini sebagai HR Area Kalimantan menjadi tantangan tersendiri, saya yang merupakan freshgraduate harus terus belajar menghadapi tantangan yang ada, secara struktural jabatan saya merupakan seorang officer, namun secara fungsional saya layaknya supervisor, saya mengkoordinatori 9 orang Personnel Admin atau HR Staff yang ada di masing-masing cabang tersebar di 5 provinsi di Kalimantan. dan user saya terdiri dari 4 orang Regional Manager, 25 Manager cabang baik opration dan bisnis, serta menjadi jembatan antara kebijakan 5 Manager HRD HO yang berlaku di cabang.
Saya pernah berpikir bahwa pengalaman saya di organisasi dan freelancer tidak berpengaruh pada karir saya, namun ketika saya mendapatkan posisi ini, saya baru sadar bahwa semua hal itu saling mempengaruhi sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk menempatkan saya di posisi ini.
THANK YOU 2016
Beberapa keinginan yang pernah saya ucapkan atau bahkan hanya sebatas dalam alam pikiran saja, sudah bisa tercapai di tahun ini. Bapak Jamil Azzaini pernah bilang sebuah visi diri (keingingan atau target hidup) kita harus dituliskan secara detail dan spesifik, supaya hal itu dapat menjadi doa dan bisa terwujud, beliau menamakannya dengan proposal hidup. keinginan saya hanya melalui ucapan dan di alam pikiran ajah bisa terwujud, bagaimana kalau saya tuliskan secara detail dan spesifik, So Im ready for 2017 ! New Year, New Resolution and New Me !
Setelah menuliskan catatan akhir tahun ini membuat saya merefleksikan diri bahwa banyak hal yang saya telah lalui di tahun ini, rasa sempat putus asa dan tidak bersyukur yang saya alami beberapa hari ini setidaknya bisa dikikis setelah ini, ketika rasa itu muncul kembali, catatan ini dapat menjadi reminder saya untuk terus berjuang !
Saya siap menghadapi tantangan baru di 2017, terimakasih 2016 !
Muhammad Yassirullah
Banjarbaru, 31 Desember 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar