Jumat, 01 April 2016

Berdamai dengan masa lalu

Schneider (2001) menyatakan bahwa individu yang optimis adalah individu yang telah toleransi terhadap masa lalunya, menghargai apa yang kita dapatkan saat ini dan menjadikan peluang di masa yang akan datang.

Ketiga hal tersebut merupakan tahapan yang harus dimiliki untuk menjadi pribadi optimis.

Namun banyak diantara kita terkadang tidak bisa bertoleransi pada kejadian masa lalu yang telah kita alami termasuk kejadian masa lalu yang tidak menyenangkan, kita tidak bisa berdamai dengan apa yang telah kita buat di masa lalu, seperti kegagalan yang kita alami. Hal tersebut membuat kita selalu merasa bersalah, menghantui dan terus meneror kita, hal ini dapat membuat kita tidak percaya diri menghadapi hal yang sama dengan kejadian di masa lalu, sehingga membuat kita tidak dapat maju dan berkembang.

Master shifu dalam film animasi kung fu panda  berkata "yesterday is history". Maka sudah seharusnya kita dapat berdamai dengan masa lalu, menerima keadaan  yang telah kita alami dan jadikan hal tersebut menjadi pelajaran yang berarti.

Selanjutnya kita pun harus menghargai apa yang telah kita dapatkan saat ini, karena "today is a gift", masa kini adalah anugerah yang di berikan Tuhan untuk kita nikmati.

Ketika kita sudah melewati dua proses tersebut, kemudian kita dapat melihat masa depan sebagai peluang, banyak hal yang tidak terduga akan terjadi. kita akan bisa melihat "tomorrow are mystery" sebagai peluang dengan berbagai hal hal yang positif yang kelak akan kita petik buahnya.

Sudahkah kita berdamai dengan masa lalu ?
Sudahkah kita mensyukuri segala nikmat yang didapatkan saat ini ?
Sudahkah kita melihat masa depan sebagai peluang yang menguntungkan ?

Mari kita refleksikan diri, berdamai dengan masa lalu, mensyukuri nikmat saat ini, dan optimis melihat peluang di masa depan. selamat beristirahat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar