Sabtu, 05 Maret 2016

Kisah Wanita dan Jari Tengahnya

Seperti kebanyakan orang malam minggu adalah waktu yang pas untuk kita menghabiskan waktu dengan teman, pacar ataupun keluarga.

Malam minggu ini saya manfaatkan untuk berkumpul dengan teman-teman, untuk merayakan ulang tahun saya yang sudah telat 1 bulan lebih. fyi, kami berempat mempunyai tradisi unik, individu yang ulang tahun berhak ditraktir sepuasnya.

Kami sepakat untuk bertemu di Grand Indonesia (GI). Saya menggunakan mobil bersama kedua teman saya untuk menuju lokasi  tujuan, ditambah satu teman kami yang sedang di jakarta untuk mengadu nasib di ibukota tercinta ini. Jadi total berempat di mobil ini.

Sesampainya di GI ternyata agak sulit untuk mencari parkir mobil saat malam minggu, mall penuh dengan orang-orang yang mencari hiburan setelah menjalani rutinitas pada hari kerja.

Ada hal unik yang saya alami pada saat kami mencari parkir, saya duduk di belakang teman saya yang sedang menyetir mobil. Saat itu disebelah kanan, kami melihat ada wanita cantik ingin memasuki mobilnya dan keluar dari parkiran, melihat kesempatan tersebut teman saya yang menyetir bermaksud membuka kaca mobilnya untuk menyampaikan kepada wanita tersebut bahwa dia ingin parkir di tempat parkir itu. Namun karena kesilapan tangannya, dia salah buka kaca jendela, dia membuka jendela kaca tepat di kanan saya, saya yang sedang terkesima dan memperhatikan wanita tersebut, sontak terkaget karena tiba-tiba kaca jendela saya terbuka, karena malu saya segera menegur teman saya untuk segera menutup jendela, kami semua di mobil tertawa.

Kemudian teman saya mencoba mengarahkan mobil agak kedepan sedikit supaya mobil wanita tersebut bisa keluar dan kami bisa memarkirkan mobil di tempat tersebut. Saya terkaget ketika melihat wanita itu membuka jendela sambil berlalu dan mengacungkan jari tengah dengan wajah yang terlihat emosi kearah teman saya yang sedang mengendarai mobil.

Alangkah sialnya saya, dari keempat orang di dalam mobil, hanya saya yang melihat itu. Hati saya merasa kesal melihat hal tersebut, walaupun hal tersebut tidak ditujukan langsung kepada saya, sampai saat ini pun saya masih berkontemplasi 'salah gue apa sih?!'. Rasanya seperti wanita itu putus dengan pacarnya namun saya yang di gampar olehnya.

Peristiwa di atas mengingatkan saya dengan sebuah materi training yang saya jalani lima hari lalu. Trainer menjelaskan bahwa kita tidak bisa mengatur respon seseorang, sesuai teori psikologi manusia itu merespon sebuah stimulus yang diterima olehnya, sebelum sebuah respon itu muncul maka akan diproses dalam pikiran, pada proses pengolahan informasi (stimulus) akan muncul persepsi  dalam pikiran yang akhirnya akan memunculkan sebuah respon dari individu tersebut.

Hal baik yang telah dilakukan oleh individu, belum tentu direspon positif oleh penerima stimulus. Oleh karena itu, waspadalah dalam berperilaku, walaupun intensi dalam diri kita tidak sedikitpun mengarah kepada perilaku yang buruk, tapi individu tersebut belum tentu berpikiran serupa. Dan teruslah berperilaku yang baik.

Muhammad Yassirullah
Jakarta, 5 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar