Saya mencoba melanjutkan tulisan dari posting sebelumnya. seperti yang kalian ketahui saya saat ini sedang diamanahkan menjadi Sekjend ILMPI. untuk menjadi sekjend saya telah menempuh perjalanan panjang yang penuh proses dan dinamika. sampai saat ini saya sudah 4 periode dalam kepengurusan ILMPI, bisa dibilang sudah 4 tahun didalamnya. Saya akan membagikan cerita pengalaman pribadi saya sebelum menjadi sekjend. sebuah perjalanan dari musyawarah ke musyawarah.
Musyawarah Nasional ILMPI Pertama
Perjalanan saya bermula dari Musyawarah Nasional ILMPI pertama di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2011. saya saat itu masih semester 3. for your information saya merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, angkatan 2009. Pada penghujung tahun 2010 saya diminta oleh ka Tika untuk menjadi Koordinator Divisi Publikasi & Dokumentasi untuk acara Musyawarah Nasional, tanpa bertanya dan pikir panjang, saya mengiyakan menerima untuk menjadi bagian dalam kepanitian ini, maklumlah masih semester awal, lagi senang-senangnya untuk ikut aktif berorganisasi. Padahal saat itu saya benar-benar tidak tahu ini kegiatan apa, untuk apa tujuan acara ini dilaksanakan. Ka tika atau yang bernama lengkap Gartika Nurani Erawan adalah Presiden BEMF Psikologi UIN Jakarta periode 2010-2012, semua BEM di UIN pada saat itu menjabat selama dua tahun, karena tidak ada kejelasan sistem untuk pemilihan umum dikampus saya. Pada kepemimpian ka tika saya menjabat sebagai pengurus BEMF di Departemen Informasi & Komunikasi sebagai seorang staf departemen.
![]() |
| suasana musyawarah nasional pertama 2011 |
Pada musyawarah ini sebagai panitia, saya diminta untuk mendesain logo acara dan semua media publikasi baik itu poster, pamflet, banner, proposal dan sebagainya serta mendokumentasikan semua kegiatan Musyawarah Nasional. dalam Saya tidak sendiri, saya di bantu oleh teman-teman angkatan saya, yang saya masukkan ke dalam kepanitiaan dalam divisi publikasi & dokumentasi. Saya baru tahu jika kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang mengundang perwakilan mahasiswa psikologi seluruh Indonesia untuk mendirikan sebuah organisasi mahasiswa psikologi tingkat nasional. Pada saat acara berlangsung, pada saat inilah saya mendapatkan banyak informasi baru mengenai keilmuan saya sendiri. saya baru mengetahui bahwa psikologi itu merupakan ilmu yang sangat luas, dan banyak bersinggungan dengan kelimuan lainnya, baik dalam rumpun ilmu sosial, ilmu alam, maupun ilmu agama. Hal ini ditandai berbeda-bedanya Fakultas yang menempatkan psikologi sebagai jurusan ataupun prodi nya, jurusan/prodi psikologi ada di bawah naungan Fakultas kedokteran, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial & Politik bahkan adapula dibawah naungaan Fakultas Ushuluddin dan sebagainya.
Saya tidak tahu dengan detail apa yang terjadi dalam forum pada saat itu, karena panitia tidak boleh ada didalam tempat berlangsungnnya sidang, hanya ada bebrapa panitia yang boleh didalam, begitupun dengan divisi saya, hanya boleh ada dua orang fotografer didalam. Pada tanggal 26 Januari 2011 tepat pukul 23.59 wib disepakati berdirinya ILMPI. walaupun sudah diresmikan agenda ini belumlah usai, masih ada beberapa pembahasan yang harus dibahas. dengan diresmikannya ILMPI maka terpilihlah Pengurus Harian Nasional periode pertama. yaitu Ilo, Anis, Tika, Atha, dan Anas. Pembahasan yang belum selesai di Musyawarah Nasional ini harus dilanjutkan pada Rapat Kerja Nasional.
![]() |
| panitia dan delegasi munas pertama |
Saya merasa bangga sebagai mahasiswa psikologi UIN Jakarta, karena kampus saya menjadi tuan rumah pertama berdirinya sebuah organisasi besar, nama UIN Jakarta akan tercatat dalam sejarah ILMPI itu sendiri. Ada hal lain yang membuat saya kagum, ternyata delagasi yang hadir ke acara ini merupakan stakeholder di kampusnya masing-masing yang notabennya adalah Ketua, Wakil ketua, BPH, ataupun Ketua-Ketua Departemen di lembaganya masing-masing. Dari awal ILMPI memang merupakan organisasi hebat, organisasi yang dibangun dengan kerja keras, semangat kerja sama, dan merupakan sintesis dari pemikiran orang-orang hebat dari masing-masing kampus.
Pada saat pemilihan PHN saya sudah tertarik untuk menjadi pengurus ILMPI, saya sudah melirik untuk menjadi bvagian dari Badan Informasi & Komunikasi Nasional, karena menurut saya posisi itu sesuai dengan jabatan saya di BEMF dan juga saya memerlukan jaringan untuk kenal dengan banyak mahasiswa psikologi yang ada diseluruh Indonesia. kebetulan pada saat itu saya sedang membangun bisnis kaus bertema psikologi, saya berpikir dengan mempunyai jaringan mahasiswa psikologi se-Indonesia maka penjualan saya akan banyak dan lebih banyak mendapatkan keuntungan, hehehe.
![]() |
| Piagam Deklarasi Pendirian ILMPI |
Setelah usai Euforia Musyawarah Nasional, sepertinya harapan saya tersebut terbuka, karena saya melihat pengumuman Open Recuitment untuk menjadi pengurus nasional, setelah melihat pengumuman tersebut saya segera mengunduh formulir, serta mengisinya, setelah saya melihat ada syarat wajib berupa surat rekomendasi yang harus dipenuhi, saya langsung menghubungi ka tika selaku presiden BEMF untuk meminta surat tersebut dan mem-follow up beliau supaya segera mengeluarkan surat sebelum pendaftaraan ditutup.
Alhamdulillah, itulah ucapan yang keluar dari mulut saya ketika melihat pengumuman open recuitment dalam sebuah tulisan yang dilansir di akun facebook ILMPI ada nama saya didalamnya. rasa senang dan bahagia saya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, ada rasa kebanggaan tersendiri bagi saya karena telah terpilih sebagai pengurus nasional di badan yang saya inginkan di ILMPI sebagai pengurus nasional di awal kepengurusan ILMPI. saat itu saya mempunyai koordinator yang bernama Atha, beliau merupakan Ketua Umum dari BEM Psikologi UI periode 2010-2011, beliau lebih tua satu angkatan dibanding saya, yaitu angkatan 2008. rekan kerja saya di baninfonas ILMPI saat itu terdiri adalah Atha dan Ais dari UI, Tiara dan Sally dari Universitas Andalas Padang. Atha, Ais, dan saya memutuskan untuk berkumpul terlebih dahulu untuk membicarakan beberapa program kerja yang akan dirumuskan bersama sebelum nantinya akan dibawa saat netmeeting dan juga rapat kerja Nasional. Saat bertemu di UI ada perkataan Atha yang saya ingat sampai sekarang yaitu
"kalo mau buat program kerja itu yang simple dan realistis, agar bisa tercapai"Perkataan beliau saat itu memang benar, karena dengan kondisi ILMPI yang baru terbentuk dan waktu satu tahun yang sempit kita harus melihat apa yang dibutuhkan organisasi ILMPI.
Saya mengikuti agenda-agenda nasional ILMPI berikutnya yaitu rapat kerja nasional di Mercubuana Jakarta dan Rapat Koordinasi Nasional di IAIN Walisongo Semarang. saya tidak akan menceritakan banyak tentang kegiatan-kegiatan yang saya ikuti ini.
![]() |
| delegasi rakernas ILMPI 2011 |
Sebelum Rakernas saya diminta tolong oleh ka gartika untuk membuat desain jaket ILMPI, jaket yang berfungsi untuk sumber dana dan usaha ILMPI saat itu, saya sangat senang ketika jaket itu bisa diproduksi dan bisa dikenakan oleh banyak mahasiswa psikologi se-Indonesia sampai saat ini. selain itu, keuntungan dari jaket ini sudah banyak membantu ILMPI untuk mendapatkan sumber dana untuk menggerakan organisasi ini. walaupun desain saya mendapatkan sedikit modifikasi tanpa ada konfirmasi dari pemenang tender saat itu. hahaha.
Pada saat Rakernas 2011 di mercubuana jakarta, saya sangat kagum dengan semangat teman-teman dari makassar yang menempuh perjalanan laut yang cukup melelahkan selama 3 hari 2 malam, mereka adalah Ute, Vivin, Asri, dan Ayu dari Universitas 45 Makassar. Ada perkataan yang membekas dalam ingatan saya pada saat penyampaian progress report dari wilayah III di rakernas ini yaitu perkataan dari seseorang yang bernama fajar juliana (dia cewe loh).
"kami tidak punya duit sepeserpun untuk mengurus ILMPI, dan kami tidak mengharapkan duit sepeserpun. kami berkerja hanya dengan hati, bahkan untuk hadir kesini kami meminjam duit teman dan kami rela berdiri berjam-jam dikereta dari solo ke jakarta"Dia berkata sambil meneteskan air matanya. Mungkin perkataan itulah yang membuat saya terus semangat untuk aktif berorganisasi di ILMPI. walaupun minimnya support dari kampus, saya tetap berjuang untuk mengharumkan dan menjaga nama baik almamater, untuk melakukan sesuatu untuk indonesia dengan keilmuan psikologi dan untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
aalalallaa
![]() |
| delagasi rakernas bertukar almamater |
Selanjutnya, kegiataan rakornas di IAIN Walisongo tahun 2011. Tak bisa dipungkiri perjalanan ke semarang pada saat itu adalah perjalan terjauh saya, selama 21 tahun saya hidup didunia. saya menceritakan hal ini kepada devi dari UPI YAI dan saya ditertawakannya, betapa cupunya saya saat itu, hahaha. Di rakornas pun saya terkesima dengan julukan 3A, julukan itu untuk 3 orang hebat yang menjadi motor untuk menggerakan ILMPI wilayah I (Sumatera), seperti yang diketahui wilayah I merupakan wilayah terluas di ILMPI, satu pulau sumatera merupakan bagian wilayah mereka, tapi mereka mampu untuk menghidupkan ILMPI di Sumatera dan memberikan inspirasi bagi wilayah-wilayah lain untuk bergerak. 3A itu merupakan singkatan dari huruf depan nama panggilan mereka yaitu Aldi selaku koordinator wilayah yang berasal dari Universitas Andalas Padang, Afif selaku koordinator bansekwil yang berasal dari IAIN Imam Bonjol Padang dan yang terakhir Alan selaku koordinator baninfowil dari UPI YPTK Padang.
Rakornas di IAIN ini bisa dibilang sangat sederhana, tidak seperti dua kegiatan nasional ILMPI sebelumnya. para delegasi hanya tidur di ruang sekre UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang dengan menggunakan kasur sewaan yang lumayan empuk, hal ini berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang biasa menggunakan hotel ataupun wisma yang terkesan lebih mewah. selain itu biaya registrasi acara ini sangatlah murah hanya Rp 75.000 untuk tiga hari dua malam. walaupun begitu tidak mengurangi esensi dari tujuan penyelengaraan rakornas ini.
![]() |
| delegasi rakornas ILMPI 2011 |
to be continued...






Tidak ada komentar:
Posting Komentar